-->

Misteri Letusan Gunung Slamet Bikin Pulau Jawa Terbelah Dua Bagian

Gunung Slamet

Di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karang Reja, Kabupaten Purbalingga, terdapat sebuah tradisi unik bagi masyarakatnya untuk menghormati dan menghibur Sang Bahureksa, penguasa Gunung Slamet.

Tradisi ini dinamakan Upacara Ruwat Bumi. Masyarakat Dusun Bambangan percaya, dengan melakukan upacara ini mereka dapat memperoleh keselamatan, ketentraman, berkah/rezeki dan kebaikan.

Umumnya, warga memberikan semacam sesajen berupa makanan tradisional Jawa. Tidak hanya itu, terdapat juga minuman berupa wedang putih, wedang teh, wedang kopi, wedang arang-arang kambang dan wedang jembawuk. Masyarakat setempat meyakini dengan melakukan Upacara Ruwat Bumi, mereka dapat terhindar dari letusan Gunung Slamet.

Kalaupun ada aktivitas vulkanik yang terjadi, aktivitas tersebut dianggap hanya angin lewat saja atau oleh masyarakat setempat dikenal dengan istilah ngempos. Konon, terdapat sebuah prediksi di mana jika Gunung Slamet meletus, maka akan membelah pulau Jawa menjadi dua bagian.

Mitos ini kian populer di kalangan pendaki yang ingin naik ke Gunung Slamet. Kepala Bidang Geologi Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Banyumas, Ir Junaedi (2012), mengungkapkan, kondisi Gunung Slamet tidak berbahaya.

Ini dapat dibuktikan melalui catatan aktivitas vukanologi Gunung Slamet yang pernah meletus pada 1700-an hingga terakhir erupsi pada 2009. Gunung Slamet merupakan gunung berapi bertipe stromboli.

Setiap material yang dikeluarkan oleh letusan Gunung Slamet akan kembali jatuh di sekitar kawah atau badan gunung bertambah besar.

Terima kasih atas kunjungannya
Kunjungi Toko BALINGGA SHOP Untuk Order Produk UKM dan UMKM Jateng.