[LENGKAP] KISAH NABI ISHAQ A.S

NABI ISHAQ A.S

Beriman kepada Nabi dan Rasul merupakan rukun iman yang ke-empat. Bagi umat muslim, rukun iman adalah hal yang wajib untuk diamalkan. Sebelum menumbuhkan rasa iman kepada Nabi dan Rasul, hal pertama yang harus dilakukan yakni memahami dan mempelajari mengenai kisah, mukjizat, sejarah, dan perjalanan dakwah dari masing-masing 25 Nabi dan Rasul tersebut.

Hikmah yang didapatkan dari beriman kepada Nabi dan Rasul adalah dapat memotivasi diri untuk lebih giat dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, membuat diri kita menjauhi segala larangan Allah Ta’ala, meneladani dan mencontoh perilaku baik para Nabi dan Rasul, serta memiliki akhlak dan akidah yang lurus dan benar.

Sejarah Singkat Nabi Ishaq

Nama Ishaq atau Ishak berasal dari bahasa Ibrani Yi???q dengan arti tersenyum atau tertawa. Kata Ishaq sendiri terinspirasi dari ibunda Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Di mana Sarah yang merupakan ibunda Ishaq pada saat itu tersenyum dengan lebar karena tidak percaya kabar gembira akan hadirnya Ishaq sebagai buah hatinya yang disampaikan oleh malaikat Jibril.

Nabi Ishaq ‘alaihis salam dilahirkan di Kota Kan’an pada tahun 1761 SM. Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah putra kedua dari Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan Sarah setelah lahirnya Nabi Ismail ‘alaihis salam. Pada saat Nabi Ishaq ‘alaihis salam terlahir di dunia, usia Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sudah terbilang sangat tua yaitu berumur 100 tahun. Nabi Ishaq ‘alaihis salam dilahirkan 14 tahun setelah Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Semasa hidupnya, Nabi Ishaq ‘alaihis salam memiliki keturunan yang juga diangkat sebagai seorang nabi, yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Nabi Ishaq ‘alaihis salam merupakan nabi ke-sembilan yang ditugaskan berdakwah di wilayah Palestina menggantikan ayahnya yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang pada saat itu telah menginjak usia senja. Wilayah dakwah Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah di daerah Kan’an dan Syam.

Tamu Nabi Ibrahim yang Mengabarkan Berita Akan Lahirnya Nabi Ishaq

Diceritakan dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 69-73 bahwa suatu ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kedatangan tamu. Tamu-tamu tersebut menurut Usman Ibnu Muhaisin berjumlah empat orang, yaitu malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Rafail.

Tamu tersebut memberi selamat kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Setelah itu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang kepada mereka. Namun tangan mereka sama sekali tidak menjamah makanan tersebut.

Melihat hal tersebut Nabi Ibrahim ‘alaihis salam merasa curiga dan takut. Ternyata tamu-tamu asing tersebut adalah Malaikat utusan Allah Ta’ala yang datang untuk membinasakan kaum Luth.

Selain memiliki tujuan kepada kaum Luth, tamu tersebut juga bertujuan memberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam akan kelahiran seorang putra yang bernama Ishaq. Sesuai yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 71.

“Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub.” (Q.S. Hud ayat 71).

Mengetahui kabar yang disampaikan tersebut, Sarah sangat tercengang sekaligus bahagia. Pasalnya Sarah pada saat itu sudah tua (ketika itu berusia 90 tahun) dan memiliki kondisi mandul. Namun sungguh kuasa Allah Ta’ala tiada bandingnya dan selalu memberi rahmat kepada hamba-Nya yang beriman.

“Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Adz-Dzariyat ayat 30).

Kelahiran Nabi Ishaq AS

Ketika Nabi Ibrahim sudah tua, istri pertamanya yang bernama Sarah hamil. Sarah sendiri tidak pernah menduga. lstrinya berkata, “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.”

Para malaikat pun berkata, “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? Itu adalah rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”

Kehamilan Sarah merupakan karunia Allah. Setelah dilahirkan, bayi itu diberi nama Ishaq. Ishaq termasuk orang terpilih yang telah diberikan anugerah oleh Allah. la termasuk ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Allah juga telah menjadikannya sebagai pemimpin yang memberi petunjuk tentang perintah Allah, seperti menyembah Allah, mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat. Selain itu, Ishaq diberikan anugerah oleh Allah memiliki ilmu yang tinggi, cerdas, berakhlak mulia, dan selalu mengingatkan umatnya tentang kehidupan akhirat.

Sejak kecil, Ishaq telah menampakkan tanda-tanda kenabian. la memiliki pribadi yang baik hati, suka menolong yang lemah, rajin beribadah serta berjuang di jalan Allah. Ketika menginjak dewasa. Ishaq sering membantu ayahnya berdakwah di daerah Kan’an (Palestina) dan Syam. Akhirnya, Allah mengangkat Ishaq sebagai nabi.

Dakwah Nabi Ishaq As

Ishaq diutus Allah untuk berdakwah di wilayah Palestina, khususnya daerah Kan’an dan Syam. lshaq meneruskan dakwah ayahnya, Ibrahim, yang sudah tua. Dalam dakwahnya, Nabi Ishaq selalu mengajak umatnya untuk menyembah Allah, mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat.

Ketika usia Ibrahim semakin tua, ia menganjurkan lshaq untuk segera menikah. lshaq memenuhi anjuran ayahnya. la menikah dengan gadis pilihan ayahnya yang bernama Rifqah yang merupakan keponakan Ibrahim.

Keduanya hidup bahagia dan membangun rumah tangga yang damai, saling meyayangi, menghormati, dan menghargai. Setelah sepuluh tahun menikah, keduanya dikaruniai dua orang anak yang diberi nama Ya’qub dan Ish. Nabi Ishaq meninggal dunia pada usia 180 tahun.

Terima kasih atas kunjungannya
Kunjungi Toko BALINGGA SHOP Untuk Order Produk UKM dan UMKM Jateng.