Si Belang Kucing Setia

Semilir angin berhembus cukup ringan dan mampu memberikan kesejukan, sore itu Nina sedang menghabiskan waktunya melukis di taman. Baik itu melukis awan, burung ataupun orang yang ada di taman.

Sembari memakan roti isi kesukaannya Nina seperti asik dengan dunianya sendiri. Tangan Nina yang mulai merabah-rabah mencari penghapus sedangkan matanya masih tidak lepas dari buku gambarnya.

Si Belang Kucing Setia

Ternyata tangannya tidak menurutinnya dan mulai mengacak, dimana roti isi kesukaannya terhempas hingga jatuh ketanah.

Mata Nina tertarik memandangi seekor kucing kecil berwarna coklat, putih dan kuning yang perlahan medekat dan memakan roti isi Nina yang terjatuh.

Nina terkejut saat perlahan tapi pasti, roti itu dilahap abis oleh kucing kecil yang terlihat tida terurus ini. Seketika air mata Nina menetes, melihat kucing ini mengingatkannya pada dirinya sendiri yang dulu.

Dimana tidak terurus, luntang-lantung di jalan dan selamat karena Nenek mengadopsinya. Walau saat ini nenek sudah tidak ada tapi didikannya untuk selalu baik pada setiap mahluk yang ada di bumi adalah wajib.

Akhirnya sejak saat itu Nina membawa kucing itu pulang, merawatnya dan hidup berdua dengan kucing itu.

Nina yang sibuk bekerja tetap menyempatkan pulang kerumah untuk memberi makan kucing yang diberi nama Belang.

Si Belang selalu setia menunggu Nina di depan pintu sembari memberi meongan lucu untuk menghibur Nina.

Suatu ketika Nina merasakan sakit pada kepalanya yang mendadak dan teramat menyiksa, Belang ada di samping Nina dan terus menjilat jemari Nina.

Nina mengangkat Belang dan mendekapnya erat, saat paginya Nina sedang menyiapkan makanan sebelum berangkat kerja namun tiba-tiba kepalanya sakit kembali.

Rasa sakitnya melebihi yang semalam Nina rasakan, menjulur hingga keseluruh tubuh Nina, hingga akhirnya Nina jatuh pingsan.

Melihat itu Belang mendekati Nina dan terus menjilati jemari Nina, namun tidak ada tanggapan dari Nina. Meongan juga telah Belang suarakan dengan keras tapi Nihil, Nina tetap tidak bergeming.

Akhirnya Belang berlari meninggalkan rumah dan terus mengeong kepada pemilik warung di samping rumah Nina. Awalnya pemilik warung tidak mengerti ada apa dengan Belang.

“Sebenernya kamu kenapa? Mana Nina, tumben kamu disini”

Belang berlari sembari terus mengeong dan berhenti tepat di depan pintu rumah Nina, pemilik warung yang penasaran akhirnya memilih masuk ke rumah Nina.

Nina dirawat di rumah sakit cukup lama, saat itu pemilik warung sering memberi makan Belang, namun tidak pernah di sentuh oleh Belang.

Belang hanya terduduk diam di depan pintu rumah Nina, hal itu membuat Belang kian mengurus.

Tepat sepuluh hari Nina kembali ke rumah dan mendapati Belang yang ada di depan rumahnya. Belang Mengeong dengan suara yang sangat lemas, jilatan langsung menyambut jemari-jemari Nina.

Melihat hal tersebut Nina membawa belang ke rumah sakit hewan, walaupun sempat sehat, akhirnya Belang mati tepat 2 minggu setelahnya. Belang ditemukan dalam lemari pakaian Nina.

1 comment:

  1. Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 6 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
    dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
    WA : +855964283802 || LINE : +855964283802

    ReplyDelete