Jangan Matikan Lampu

Terik matahari membuat Bowo membasuh keringatnya yang kian membasahi wajah dan tubuhnya. Siang itu Bowo baru saja diusir dari kamar kosnya karena menunggak.

Mau bagaimana lagi, Bowo hanya seorang buruh bangunan yang kadang kerja dan kadang tidak. Sangat sulit untuk Bowo mencari kamar yang disewakan dengan harga murah, jika harus ukuran sempitpun Bowo bersedia.

Jangan Matikan Lampu

Hingga suatu ketika Bowo melihat plang di depan sebuah rumah bertuliskan ada kamar kosong harga murah.

Saat memasuki halaman rumah itu tidak tahu kenapa perasaan Bowo tidak enak, rasanya sunyi, sepi dan dingin.

“Ada perlu apa”

Suara berat itu membuat Bowo seketika terkejut dan jantungnya hampir copot. Seorang wanita parubaya mendekatinya.

“Saya cari kamar kos Bu” ucap Bowo.

“Masuklah, disini ada 1 kamar kosong, kamu tidak perlu membayar hanya saja tetapi listrik sistem pulsa jadi kamu bayar sendiri”

Tentu Bowo terkejut mendengarnya, siapa yang akan memberikan penawaran seperti ini.

“Tapi kamu dengar, lampu kamar jangan pernah dimatikan, walaupun itu pagi ataupun siang”

Bowo mengiyakan saja padahal dirinya tidak akan menuruti hal tersebut, dia harus mengirit.

Letak kamar ini terpisah dari rumah ibu tadi, letaknya di belakang rumah, cukup lusuh dan tidak terawat. Tidak tahu kenapa Bowo seperti merasakan banyak sorotan mata yang memandangnya saat Bowo memasuki kamar.

Karena hari sudah mau malam akhirnya Bowo memilih tidak mematikan lampunya dan mulai bersiap tidur. Tidak tahu kenapa mata Bowo sulit sekali terpejam dan rasanya kamar ini sangatlah dingin.

Pagi harinya walaupun sempat ragu akhirnya Bowo memilih mematikan lampu dan berangkat kerja.

Sore hari saat Bowo pulang dan hendak mandi Bowo melihat lampu kamarnya menyala “Pasti ibu kos, enggak tau orang ngirit apa” ucap Bowo sembari mematikan lampu dan berjalan masuk ke kamar mandi.

Saat Bowo mandi tidak tahu dari mana Bowo mendengar suara orang ramai, seperti di depan pintu kamar mandinya. Sangat dekat dan semakin membesar saja suaranya dengan cepat Bowo meraih handuk dan keluar.

Namun hal yang ditemukan tidak ada, kamar itu kosong tanpa ada satupun orang serta suara ramai tadi telah menghilang.

Bowo merinding seketika dan langsung menyalakan lampu, namun nihil lampu tidak menyala.

Hingga malam lampu masih tidak mau menyala dan Bowo memilih tidak terlalu memikirkannya dan memilih tidur.

Saat baru menutup matanya suara berisik orang terdengar kembali dan Bowo yakin dirinya tidak salah dengar, suara ramai itu ada disini, bersamanya di kamar ini.

Benar saja saat Bowo membuka mata, seketika ruangan terang namun bukan dari cahaya lampu tapi cahaya rembulan yang tidak tahu dari mana.

Begitu juga dengan begitu ramainya makhluk-makhluk tak kasat mata, mulai dari yang berbadan hitam besar dengan mata merah dan tubuh berbulu.

Hingga wanita berpakaian putih dengan rambut panjang yang wajahnya sangat pucat dan penuh darah.

Menatap Bowo lekat-lekat dan seketika jeritan Bowo tidak terelakan. Perlahan makhluk itu mendekati Bowo sembari salah satunya mengucapkan kalimat yang sama dengan ibu kosnya. “Jangan matikan lampu” ucap mereka.

Bowo jatuh pingsan dan saat bangun terkejutlah Bowo mendapati dirinya yang sudah terbaring di sebuah pemakaman.

Itulah beberapa cerita fiksi yang populer serta dapat dijadikan referensi membaca. Begitu banyak contoh cerita yang dapat dibaca justru disambut antusias pembaca, terbukti dengan munculnya beragam aplikasi dan media membaca online.

Baik itu membaca melalui buku ataupun online tentu saja sama baiknya jika pembaca mampu mengambil hal positif dari setiap cerita yang dibaca.

No comments:

Post a Comment