[LENGKAP] ASAL USUL DESA MANDIRAJA, Banjarnegara

SMK N 1 Mandiraja

Pada zaman dahulu ada seorang raden yang bernama raden khasan (Mbah Buminata) beliau terkenal dengan kesaktiannya bukan kesaktian fisik tetapi sakti dengan ikhtiar dan andap asore. 

Raden Khasan mempunyai benda pusaka yang bernama keris cipukal, pada suatu hari ada seorang raja dari suatu daerah dari kerajaan ingin melawan kesaktiannya Raden Khasan (Mbah Buminata) dan raja tersebut mengajak bertarung dengan raden khasan di suatu lapangan di desa kebondalem\kebondangu. 

Raden Khasan karna andap ansore Raden Hasan beliau menolak bertarung dengan raja tersebut, tetapi raja tersebut mengejek raden khasan karena menolak bertarung dengannya, karena selalu di ejek terus menerus hingga kesabarannya raden khasan habis dan raden khasan pun menerima pertarungan tersebut, raden khasan pun datang di lapangan tersebut dan bertarung dengan sang raja. 

Pada saat itu sang raja meremehkan raden khasan dengan menyuruh kerbau untuk bertarung dengan raden khasan , Raden Khasan pun bertarung dengan kerbau dan di tonton langsung oleh sang raja tersebut dan pertarungan raden khasan dengan kbau itu sama-sama kuat, pada saat pertarungan terjadi tidak sengaja kerisnya Raden khasan itu jatuh , dan sang raja pun berfikir bahwa keris itulah yang bisa membuat Raden khasan sakti dan keris itu langsung di ambil oleh sang raja. 

Sang Raja pun mulai berfikir bahwa keris itu bisa membuat dirinya sakti dan maka keris itu langsung dimakan, oleh sang raja. Ternyata Raden Khasan masih bertarung dengan kerbau itu tiba-tiba Raden Khasan terkena tandukan kerbau tersebut yang dikira penonton itu membuat perutnya tertusuk dan ususnya pun keluar-keluar padahal yang benar itu Raden Khasan tidak tertusuk, dan yang keluar itu bukan ususnya tetapi selendang yang ada di pinggangnya namun para penonton mengira Raden Khasan sudah seraya para penonton bertepuk tangan dan gembira. 

Raden Khasan pun pasrah kepada Allah SWT, dan dirinya berdoa “Bila keris itu memang milik saya pasti akan kembali kepada saya.” tiba-tiba sang raja tadi kesakitan perutnya dan keris itu menusuk dari dalam dan keluar-keluarkan ususnya sang raja pun meninggal, dan keris itu pun kembali kepada Raden Khasan. 

Hari itu kemenangan besar bagi masyarakat Mandiraja, Raden Khasan menyadari bahwa keris cipukal itu pasti bakal menjadi perebutan karena kesaktiannya maka Raden Khasan bersama dengan sesepuh, sederajatnya termasuk Mbah Rajeg Wesi, dan Mbah Dadungawuk berusaha memisahkan keris itu supaya tidak menjadi perebutan, maka keris itu terbagi di desa-desa, yaitu Mandiraja, Gendoang, dan Kejenengan. 

Konon katanya keris itu bakal disatukan kembali oleh anak kembar yang suci, yang tidak mempunyai dosa. Akhirnya para warga tersebut mengeri kesaktiannya Raden Khasan dan para warga menggangap Raden Khasan itu seorang raja, selain sakti Raden Khasan terkenal akan strategi perangnya. 

Adanya kesaktian Raden Khasan, menamakan desa saya sebagai Desa Mandiraja yang terdiri dari dua kalimat yaitu Mandi yang artinya sakti atau hebat dan Raja yang artinya seorang raja. Maka arti dari Desa Mandiraja yaitu “Kesaktiannya Sang Raja”.

No comments:

Post a Comment