Showing posts with label Fabel. Show all posts
Showing posts with label Fabel. Show all posts

Dari Sang Ayah Bijak - Dongeng Inggris

Dikisahkan dalam satu keluarga yang bahagia, sepasang suami istri yang telah dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Zahra yang masih berumur delapan tahunan, gadis kecil yang sangat lucu sekali.

Kala itu sang anak perempuan yang cantik dan lucu itu sedang asyik nonton acara Televisi, namun terlihat sang anak mulai mengantuk berat sesekali matanya yang berwarna sangat bening kini sudah terlihat layu tanda kantuk berat sedang melandanya saat itu.

Sang Ayah yang sedang berada tidak jauh dari sudut rumah tahu sang gadis kecil putri tercintanya telah mengantuk berat, dia pun menyuruh sang anak untuk mematikan Televisi dan menyuruhnya untuk masuk kekamar tidurnya.

Dari Sang Ayah Bijak - Dongeng Inggris

"Ayah,.....aku akan tidur namun antarkan dong ke kamar aku dan ceritakan aku sebuah dongeng pengantar tidur," rengeknya manja sekali terhadap sang Ayah.

"Baiklah anak manis Ayah akan bercerita kepadamu dongeng pengantar tidur, namun kamu ingin dongeng apa?" bertanya sang Ayah kepada gadis kecilnya yang sangat lucu dengan pakaian tidur kecilnya.

"Apa ya,.....Oh tentang seorang perempuan yang sangat cerdas dan cerdik biar nanti ketika aku sudah besar menjadi seorang perempuan yang sangat cerdas, cerdik dan juga cantik," katanya nyerocos dengan segala kepolosan dan keluguan seorang anak bocah kecil.

Senyuman tersungging dari sela bibir sang Ayah bijak betapa bahagianya memiliki anak yang sangat lucu dan lugu namun memiliki cita-cita masa depan yang sangat dibanggakan.

"Mungkin engkau telah mendengar cerita dongeng tentang 1001?. Namun Ayah akan bercerita lain tentang dongeng tersebut mengenai seorang putri cerdas yang bercita-cita sangat mulia," berkata sang Ayah bijak.

"Aku telah banyak mendengar dongeng 1001 malamnya, tetapi mengenai sang putri cerdas aku belum pernah dengar Ayah, cepatlah Ayah aku sudah tidak sabar ingin mendengarnya!" serunya.

Senyuman tersungging kembali dari sela bibir sang Ayah bijak tatkala mendengar rengekkan manja sang anak manis yang sangat disayanginya, "Baiklah anakku kita mulai cerita dongeng ini, dengarkan dan simak sisi baik cerita ini ya."

Zaman dahulu kala disebuah dataran lembah padang pasir yang sangat luas dan berbukit-bukit berdiri sebuah Kerajaan besar nan makmur dengan seorang Raja Muda yang belum mempunyai istri.

Dan suatu hari dia pun bertemu seorang putri yang berparas sangatlah cantik jelita, sang Baginda pun jatuh cinta pada pandangan pertama dan akhirnya memutuskan untuk menjadikan putri cantik tersebut permaisurinya.

Lengkaplah kini apa yang menjadi cita-cita hidupnya, disamping Ratu yang sangat cantik rupawan Raja sangatlah bahagia kala itu, berdua mengarungi bahtera kehidupan bersama.

Namun apa yang menjadi kebahagian Sang Raja tidaklah berlangsung lama karena sang permaisuri yang cantik jelita telah berhianat kepadanya, cinta suci sang Raja telah dinodai sang permaisuri yang merasa dirinya paling cantik didunia ini.

Sang permaisuri telah jatuh cinta dengan pengawal kepercayaan Kerajaan, hal tersebut membuat sang Raja sangatlah murka mengetahui semua yang kini sedang terjadi.

Kesetiaan yang selalu dijaganya untuk cinta sejatinya kini telah dinodai perempuan yang sangat dia sayangi betapa sakit hati sang Raja bijaksana tersebut, hukuman mati bagi keduanya telah diputuskan.

Raungan histeris dan jerit tangis ampunan beribu-ribu ampun telah mewarnai terlontar putusan dari bibir sang istri tercinta namun hukuman tetap saja berjalan dengan semestinya, keputusan tidak bisa ditawar-tawar lagi karena telah mutlak terucap dari bibir sang Raja.

Kala itu titah atau ucapan Raja adalah sesuatu yang harus dilaksanakan sebab ucapan Raja kala itu adalah perintah yang mutlak bagi seluruh rakyat yang ada dalam wilayah kekuasaannya.

Raja menjadi sangat sedih dalam kesendirian hidupnya, banyak para penesehat Kerajaan menyarankan sang Raja untuk mencari Permaisuri pengganti namun Sang Raja masih trauma atas kejadian yang baru saja dialaminya.

Namun dalam kesendirian hidup sang Raja makin merasa kesepian saja maka dia pun kini membuka diri kembali dengan mencari pasangan hidup wanita-wanita cantik untuk dijadikan permaisurinya.

Namun wanita-wanita cantik yang dia nikahi akan berakhir dengan kematian setelah sehari semalam menjadi permaisurinya, sebab hukuman mati telah siap menanti bagi permaisuri baru tersebut.

Mengapa sang Raja bertindak begitu kejam terhadap istri-istri barunya?, dia beralasan "dengan demikian aku tidak akan pernah lagi sakit hati dan dikhianati seorang permaisuri yang aku cintai," tuturnya sangat tegas.

Dendam sang Raja telah memakan korban banyak sekali bahkan telah ratusan orang wanita-wanita cantik putri-putri bangsawan dan putri-putri cantik kaum rakyat jelata, seluruh khalayak menjadi cemas melihat tindakkan dan perilaku Raja yang sangatlah egois sekali.

Seluruh khalayak ramai terutama yang mempunyai anak gadisnya yang cantik-cantik menjadi ketakutan dilamar sang Raja, sebuah anugerah yang hanya bertahan satu hari satu malam saja dan seterusnya.....

Setelah itu akan ada tangis pilu kematian mengiringi kematian anak gadisnya yang menjadi permaisuri, sebuah korban dari dendam dan keegoisan sang Raja.

Dendam dan keegoisan sang Raja telah berjalan cukup lama, seluruh rakyat dibuat tidak nyaman akan tindakkan tersebut, semakin hari semakin menjadi-jadi saja perilaku buruknya membuat seluruh rakyat menjadi gusar.

Raja muda yang terkenal akan kebijakannya telah berubah menjadi Raja yang senang menyakiti wanita-wanita yang telah menjadi istrinya tanpa merasa bersalah sedikit pun.

Dan tindakkan sang Raja tersebut disadari seorang anak putri dari penasehat Kepercayaan Kerajaan yang berjiwa sangat mulia dan berniat merubah kembali Kerajaan yang dahulu terkenal dengan Rajanya yang sangat penyayang dang bijaksana.

Sang putri yang berparas cantik jelita ini berniat menyadarkan Rajanya kembali kejalan yang baik dan benar, dia akan meyakinkan bahwa didunia ini masih banyak terdapat istri-istri yang baik hati dan akan setia seumur hidupnya.

Putri pemberani ini sangatlah cerdas dan cerdik dalam berpikir serta punya keyakinan bahwa setiap kebenaran pasti akan menang ketika melawan semua bentuk tindak kejahatan.

Niat baiknya segera saja disampaikan kepada sang Ayahanda tercinta, namun apapun alasan yang disampaikan putri tercintanya sang Ayah penasehat Kerajaan tidak setuju sama sekali terhadap niat tersebut.

Namun karena alasan yang baik buat Kerajaan tercinta yang kini mulai goyah terancam akan gusarnya seluruh rakyat negeri tercinta akan tindakkan sang Raja yang egois, sang Ayah pun dengan berat hati memberikan izin.

"Tuhan akan selalu beserta hambanya yang berniat baik dijalan kebenaran, Ayah! jangan takut ananda bisa menjaga diri," katanya mantap sekali dengan niatnya yang telah diperhitungkan masak-masak.

Walaupun dengan berat hati sang penasehat kepercayaan Kerajaan menawarkan anak gadisnya yang sangatlah cantik jelita untuk menjadi permaisuri, tentu saja sang Raja sangat senang sekali hatinya setelah melihat wajah putri nan menawan hati tersebut.

Pesta pernikahan yang sangat megahpun segera digelar dengan sangat meriahnya, walaupun dari seluruh tamu undangan yang hadir tidak menampakkan muka yang memperlihatkan kebahagiaan dan keceriaan acara pesta.

Semua tamu undangan sudah tahu akhir dari semua kebahagian sehari semalam ini, akan berakhir dengan isak tangis dan derita menyedihkan dari pihak mempelai wanita yang akan dihukum mati.

Menjelang tengah malam acara pestapun telah usai, sang mempelai wanita telah berada diperduan sejak dari tadi, Raja bergegas menyusul putri cantik yang telah syah menjadi istrinya.

Raja kini telah berada diperduan disampingnya sang putri cantik yang berparas menawan, kemudian sang putri bertutur,...

"Rajaku, Kakanda suami tercinta, maukah engkau mendengarkan sebuah kisah cerita yang mungkin sangat menarik sekali?" bertanya sang putri menawan yang sekarang telah syah dan resmi menjadi permaisurinya.

"Tentu saja, permaisuri cantikku aku sangatlah suka akan sebuah cerita, apalagi cerita yang sangat menarik," menjawab sang Raja yang memang gemar mendengar cerita-cerita dongeng yang menarik hatinya.

Cerita menarik pertama pun segera dimulai sang permaisuri, sang Raja dengan senang sekali mendengarkan cerita dari istri cantiknya dengan sepenuh hasrat. 

Tetapi, ketika bagian dari cerita yang begitu seru-serunya sang permaisuri sengaja mengakhiri cerita tersebut dan berjanji esok malam cerita akan dilanjutkan kembali.

"Rajaku suamiku tercinta, hari telah menjelang pagi, alangkah baiknya kita berdua istrirahat dulu untuk menjaga kesehatan badan dan cerita akan ananda lanjutkan esok malam ketika kita akan tidur kembali seperti sekarang ini," berkata sang permaisuri dengan nada bicara yang begitu manis merayu memanja.

Raja pun sangat setuju dengan usul dari permaisuri istrinya, cerita seru itu pun telah membuat hati sang Raja dibikin penasaran, sehingga Raja pun telah berharap esok pagi akan segera datang untuk mendengar lanjutan cerita seru yang diceritakan sang permaisuri cantiknya.

Begitu cerita satu habis, cerita selanjutnya berganti dan pada cerita yang sedang begitu seru-serunya dia sengaja mengajak sang Raja suaminya untuk segera istirahat dengan alasan yang sama seperti yang dikemukakan sebelumnya.

Hari-hari berlalu sudah beberapa ratus cerita didengar sang Raja sampai pada suatu hari permaisuri telah bercerita 1000 malam, dan malam itu dia kan bercerita untuk ke 1001 malamnya.

Malam terakhir yang 1001 sang permaisuri mengingatkan sang Raja akan tindakkan balas dendam yang selama ini dilakukan sang Raja terhadap setiap wanita-wanita cantik adalah tindakkan yang sangat salah dan keliru.

Mereka semua belum tentu berhati jahat dan tega berkhianat kepada suaminya, apalagi mereka adalah orang-orang yang hanya korban dari balas dendam sang Raja semata.

Sadarlah sang Raja kini akan semua tindakkan perilaku balas dendam sakit hatinya, banyak sudah kekhilapan hidup yang telah diperbuat kepada rakyatnya selama ini, dia sangat salut terhadap istrinya yang berhati sangat baik mengambil resiko nyawa sebagai gantinya apabila dia tidak berhasil menasihati dirinya.

Semenjak hari itu pun yang pada dasarnya sang Raja adalah Raja yang arif bijaksana kembali menjadi Raja yang adil dan sangat bijak.

Permaisuri adalah seorang wanita yang sangat cerdas dalam berpikir, cerdik dalam bertindak dan bijak dalam mengambil segala keputusan, sang Raja sangat bahagia disampingnya.

Hari 1001 telah dilewati dengan cerita bijak dan menarik perhatian sang Raja yang sedang galau pikirannya sampai sadar dan menyadari perbuatan kelirunya selama ini, tersebutlah kisah-kisah tersebut dengan sebutan cerita 1001 malam seluruh rakyat negeri sangatlah berterima kasih kepada sang permaisuri. Tamatlah dongeng cerita 1001 malam untuk Zahra anaknya.

Sang Ayah pun menatap wajah anaknya tercinta dengan pandangan mata penuh kasih tersirat dari dalam lubuk hatinya sang Zahra telah pulas dalam buaian mimpi-mimpi indah tidurnya.

Lalu sang Ayah pun mendaratkan kecupan kecil di dahi anak kesayangannya, "selamat tidur anakku" seraya beranjak mematikan lampu ruangan kamar serta kembali menutup pintu kamar tidur Zahra anak semata wayangnya.

Keyakinan akan kemenangan dalam melakukan sebuah tindakkan kebaikkan atau kebajikkan adalah keyakinan yang dilindungi Sang Pencipta Alam Semesta Dialah Tuhan. Sekian.

Pangeran Canary - Dongeng dari Italia

Dahulu kala, ada seorang wanita cantik yang telah menjadi seorang Ratu namun merasa iri hati. Dia kini telah menjadi ibu tiri yang selalu cemburu, lalu dia membujuk suaminya atau Raja untuk mengasingkan putrinya disebuah puri jauh didalam hutan.

Suatu hari anak seoarang Raja berjalan untuk berburu dan terkejut setelah melihat kastil tua yang ada penguhinya, kastil tua tersebut digunakan sebagai tempat menetap oleh seorang puti nan cantik jelita. 

Pangeran Canary - Dongeng dari Italia

Dia melihat sang putri, tetapi mereka tidak dapat berkomunikasi kecuali dengan isyarat. Karena letak kastil yang jauh dari jangkauan sedangkan sang pangeran berada di luar pagar kastil yang terkunci rapat.

Seorang penyihir diminta untuk membantu mereka, dalam triknya wanita penyihir menunggu agar melihat sang putri mengambil sebuah buku lalu membacanya. 

Ketika dia membuka halaman depan bukunya dengan kebingungan, sang pangeran yang ingin menjadi kekasihnya berubah menjadi burung kenari lalu terbang dan masuk ke dalam kastil. 

Dan ketika dia sang putri membuka bukunya dengan kebingungan atau [ruffles] kembali membaca bukunya, dia pun berubah kembali ke wujud bentuk manusia.

Setelah beberapa waktu berlalu, Sang Ratu berkunjung ke kastil dan dia melihat seorang pemuda lewat kaca jendela, dan kemudian dia menempatkan pin besi yang sangat tajam di ambang jendela kastil sehingga jika putri bersandar di atasnya untuk menggoda sang pangeran, maka dirinya akan tertikam besi pin yang sangat tajam.

Pada akhirnya besi pin tajam itu menusuk sang pangeran dalam wujud sang burung kenari, dan bahkan ketika sang putri mengembalikan dia dalam bentuk semula sebagai manusia, pangeran masih tergeletak di tanah, seluruh tubuhnya penuh dengan darah, dan pengikutnya harus membawa dia kembali ke istana ayahnya.

Sang putri bisa meloloskan diri dengan memotong berlembar-lembar kain untuk dijadikan tali, dan dia mendengar arahan dari sang penyihir yang berbicara hal demikian, "mintalah mantel tanpa legan, senjata standar untuk berburu dan rompi sebagai hadiah kepada sang Raja dan engkau akan datang lagi kemudian dengan obat yang akan menyembuhkan sang pangeran," kata sang wanita penyihir. 

Sang putri telah sanggup dengan semua itu lalu dia pun berangkat menuju istana Raja sang pangeran.

Setelah semua yang diminta sang wanita penyihir ada. Dia lalu pergi berburu, dan dia sang pangeran ternyata telah menjadi burung kenari kembali.

Ketika dia terbang ke kamarnya dan dia meminta untuk membalikkan dirinya kembali ke bentuk semula sebagai manusia, dia sang pengeran mencela atas tindakkan sang putri terhadap dirinya dengan mendapatkan cedera yang cukup parah. 

Dia sang putri lalu membuktikan dirinya tidak bersalah dan dia akan menyelamatkan sang burung kenari menjadi pangeran kembali dan mengatakan kepadanya bahwa itu adalah perbuatan sang ibu tirinya yang selalu merasa cemburu selama ini. Sang pengeran mengerti dan memaafkan sang putri.


Mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia, dan putri lalu mengungkapkan kepada ayahnya bagaimana jahatnya sang ibu tiri terhadapnya sampai-sampai dia merasakan kejamnya di penjara dalam kastil di tengah-tengah hutan besar. 

Sekian terima kasih.

Sang Anak Kucing Jadi Ratu - Dongeng Dari India

Sang Raja Kashmir, seorang Raja yang telah menikahi banyak wanita cantik hanya untuk mendapatkan keturunan dari wanita-wanita cantik tersebut, namun sampai detik itu juga usahanya belum mendapat hasil. Semua istri-istri belum ada yang memberikan tanda-tanda akan kehamilannya. 

Sampai pada puncaknya sang Raja Kashmir pun mengancam akan mengusir seluruh istri-istrinya apabila tidak dapat melahirkan anak dari keturunannya itu. 

Maka berdoalah seluruh istri sang Raja ini memohon bantuan Dewa Shiwa supaya mereka semua cepat hamil dan memiliki keturanan yang dikehendaki sang Raja. 

Sang Anak Kucing Jadi Ratu - Dongeng Dari India

Dari pertemuan seluruh istri sang Raja kashmir bersepakat untuk menbohongi sang Raja, manakala seekor kucing melahirkan anak. kucing itu beranak banyak sekali serta Anak kucing itu begitu lucu-lucu dan mengemaskan sekali. Setelah itu mereka menyebarkan kabar bohong, telah lahirnya seorang putri yang cantik kedunia ini.

Raja pun tentu hatinya sangat senang sekali dengan kabar berita ini. Namun tidak sampai disitu seluruh istri-istri raja itupun mengarang cerita palsu lagi. Bahwa sang Raja tidak boleh melihat putrinya sampai sang putri dewasa dan menikah. 

"Itulah pesan sang Dewa Shiwa," berkata seluruh istri Raja itu. Karena yang berkata seluruh istri-istrinya sang Raja Kashmir pun akhirnya percaya sepenuhnya kata-kata mereka semua.

Singkat cerita, waktu begitu cepat berjalan Sang Rajapun telah memilihkan seorang pangeran pilihan yang baik budi pekertinya, untuk calon suami sang putrinya nanti.

Betapa binggung dan kalang kabutnya semua istri-istri Raja Kashmir tersebut setelah mengetahui keinginan raja untuk segera menikahkan putrinya tersebut. 

Maka seluruh istri-istri Raja itupun segera menemui sang pangeran pilihan Raja, dan menceritakan kejadian yang sesungguhanya. Bahwa putrinya adalah bukan seorang putri sungguhan, melainkan hanya seekor kucing.

Dicerita pula akal-akalan ini terpaksa dilakukan karena mereka takut akan ancaman sang Raja Kashmir yang akan mengusir seluruh istrinya apabila tidak melahirkan anak keturunannya.

Akhirnya Sang Pangeran pun iba dan terharu akan cerita istri-istri Raja Kashmir itu, dan diapun bersedia dinikahkan dengan putri kucing tersebut.

Maka tibalah hari dimana akan berlangsung pernikahan sang Pangeran dengan sang kucing betina itu, pangeran itupun merawat sang kucing yang telah menjadi istrinya itu dengan baik. Sang pangeran selalu mengunci kamar yang ditempati sang kucing dan dirinya itu.

Namun suatu hari Ibunda sang Pangeran sangat penasaran dan ingin berjumpa dengan menantunya, "Putriku sayang, menantuku yang kesepian. Keluarlah aku ingin bertemu denganmu, anakku?"

Terdengar tangisan sang kucing yang mirip dengan tangisan seorang anak manusia perempuan, serta tangisan yang menyentuh kalbu itu terdengar pula oleh Sang Dewi Parwati. Sang Dewi pun memanjatkan doa kepada suaminya Dewa Shiwa, meminta sang kucing dijadikan seorang putri yang cantik.

"Berikan minyak ini kepada sang pangeran itu, dan oleskan keseluruh tubuh sang kucing tersebut, dia akan menjelma menjadi seorang putri yang cantik jelita!" Dewa Shiwa mengabulkan doa istrinya Dewi Parwati.

Setelah menerima minyak pemberian itu sang Pangeran pun mengolesi seluruh tubuh sang kucing yang telah menjadi istrinya itu, kucing itupun menjelma menjadi putri cantik.

Kemudian sang pangeran itupun mengajak putri kucing menemui Ibunda tercintanya untuk diperkenalkan istrinya dan hari itu juga sang pangeran menghadap sang Raja Kashmir. Sang Raja Kashmir terus menatap putrinya dengan perasaan yang begitu bahagia. Begitu pula para istri Raja pun merasakan kebahagiaan yang tiada taranya hari itu.

Selang beberapa tahun kemudian sang Pangeran pun dinobatkan menjadi seorang Raja, dengan demikian sang putri kucing menjadi seorang Ratu permaisuri.

Si Cantik dan Si Buruk Rupa - Dongeng Dari Prancis

Hiduplah seorang saudagar kain yang mempunyai tiga orang putri yang sangat cantik-cantik pada zaman itu.

Dan dari ketiga putri saudagar kain itu ada seorang putri bungsu yang sangat terkenal dengan kebaikan budi pekerti dan kemurahan hatinya. Dialah Bella gadis yang cantik dan berhati sangat mulia. (Bella berati cantik dalam bahasa Perancis.)

Si Cantik dan Si Buruk Rupa - Dongeng Dari Prancis

Sang saudagar setiap sebulan sekali pasti pergi ke kota untuk menjual barang dagangan kainnya. Seperti biasanya sebelum pergi berdagang ke kota beliau selalu bertanya kepada ketiga anak gadisnya tersebut. 

"Oleh-oleh apa yang kalian minta? Nanti akan aku belikan?" Bertanya sang ayah kepada ketiga putri-putrinya itu.

Kedua kakak-kakak itupun meminta sang ayah untuk membelikan baju yang indah-indah model terbaru di masa itu. Namun tidak disangka-sangka si putri bungsu itu hanya meminta dibelikan setangkai mawar untuk ditanam di halaman rumahnya.

Maka berangkatlah sang saudagar kain itu ke kota untuk berjualan. Tetapi apa yang terjadi? Tidak seperti biasanya kain dagangannya tidak laku satu lembarpun. Berarti tidak sesenpun uang didapatkan hari itu walaupun sudah seharian beliau berdagang.

Karena itu, apa yang menjadi pesanan ketiga putrinya tidak dapat dia belikan, apalagi untuk membeli dua pasang baju yang indah-indah untuk membeli setangkai mawarpun tidak ada uang. "Oh betapa kecewanya nanti ketiga putrinya itu." Mengerutu ucapaan keluar dari mulutnya ketika beliau pulang dari kota.

Betapa capainya si saudagar kain tersebut ketika hendak pulang, namun apa yang disebut cobaan hidup masih menerpanya.

Mungkin karena beliau tidak fokus ketika berjalan dihutan, akhirnya sang saudagar pedagang kain tersebut tersesat didalam hutan. Tidak tahu arah timur, arah barat, berjalan tak tentu arah.

Terus menerus mencari jalan keluar dari hutan itu tetapi tidak menemukannya, tiba-tiba dia melihat ada sebuah rumah besar mirip seperti sebuah kastil yang berada di tengah hutan belantara seperti ini.

Tanpa permisi lagi sang pedagang kain itu memasuki pintu kastil dan terus masuk kedalam ruangan kastil itu. Satu demi satu ruangan tersebut dia masuki dan sampailah dia di suatu ruangan. 

Ruangan yang lengkap dengan meja makannya serta makanannya yang tersaji, karena memang lapar tanpa pikir panjang dilahapnya makanan itu sampai kenyang.

Setelah rasa lapar terpuaskan, dia pun berjalan lagi mengelilingi kastil yang luas tersebut, maka sampailah di halaman belakang kastil, yang ditumbuhi berbagi macam bunga mawar. "Wah kebetulan anakku yang bungsu si Bella minta dibelikan setangkai bunga mawar," lalu dia pun mengambil setangkai mawar yang berbunga indah sekali. 

Dan akhirnya sang saudagar pedagang kain tersebut berniat untuk mencari kembali jalan pulang keluar kerumahnya. Namun secara mendadak muncullah seorang manusia yang buruk sekali rupanya berdiri menghalangi jalan keluar.

Kemudian orang tersebut membentaknya dengan sangat galak sekali, "Ternyata selama ini yang selalu mencuri mawar-mawarku adalah kamu! Hai orang tua!" Bentakan yang garang sekali keluar dari mulut orang itu.

Saudagar pedagang kain tentu saja ketakutan dengan amat sangat, "Bukan-bukan aku, baru kali ini aku mengambil mawar ini."

"Jangan banyak bicara! Kamu akan aku penjarakan selamanya di bawah kastilku ini," dengan bengis orang buruk rupa menghardik.

Sekali lagi saudagar pedagang kain itu menjelaskan, mengapa dia sampai disitu dan mengapa dia terpaksa mencuri mawar itu untuk anak bungsu yang memesan dibawakan dari kota.

Lama sekali si buruk rupa itu berpikir mencerna apa yang tadi di jelaskan sang saudagar pedagang kain tersebut. Akhirnya si buruk rupa memberikan syarat kepada saudagar itu. 

"Aku setuju melepas kamu, tetapi putrimu harus kamu bawa kemari dan menjadi pelayanku," dengan bentakkan yang begitu nyaring siburuk rupa berkata.

Rasanya tidak ada jalan keluar lain selain setuju dengan syarat tersebut, "Aku pasti akan mengatarkan putri bungsuku kemari tunggu saja aku tidak akan berbohong kapadamu tuan."

Sampailah sang saudagar itu dirumah disambut ketiga putrinya dengan gembira karena ayah meraka telah pulang kembali dari kota.

Kemudian orang tua itu bercerita tentang pengalaman yang menimpanya dalam perjalanan dagangnya kali ini. Juga pesyaratan yang harus dipenuhi dengan seseorang yang telah menangkapnya dalam sebuah taman karena mengambil setangkai mawar.

Tetapi diluar dugaan sang ayah, putri bungsunya ini bersedia menolong ayahnya dengan iklas untuk menjadi pelayan seorang yang berwajah buruk rupa tersebut. Akhirnya, sang pedagang itu kembali dengan membawa anak bungsu ke kastil sang buruk rupa.

Tidak disangka dan tidak diduga betapa cantiknya anak sang saudagar kain ini, pikir si buruk rupa ketika bertemu untuk pertama kalinya dengan Bella.

Tetapi Sang putri bungsu yang baik ini diperlakukan dengan sopan dan baik sekali, bukannya dijadikan pelayan oleh sang buruk rupa. 

Bella selalu dibelikan makanan yang enak-enak dan selalu dibelikan baju yang sangat indah-indah. Bak seorang putri raja saja dengan baju yang dipakai sang putri bungsu yang memang sudah cantik ini.

Karena kebaikan dan perhatian yang diberikan sang buruk rupa begitu tulus kepada sang putri bungsu Bella, akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta. Dan yang menjadi hobi mereka adalah sama-sama merawat bunga mawar, bunga kesukaan mereka berdua. 

Mereka berdua banyak menghabiskan waktunya ditaman bunga mawar sambil memupuk cinta mereka yang mulai tumbuh bersemi.

Tidak terasa waktu berjalan terus, sudah berbulan-bulan Bella jauh dari keluarganya. Sang putri bungsu pun merasa kangen dan ingin bertemu mereka semua disana, maka Bella memohon izin untuk bertemu dengan keluarganya di rumah.

Sang buruk rupa memberikan izin itu dengan syarat, "Kamu boleh bertemu keluaragamu hanya dalam waktu satu minggu." Sebab kalau sang Bella tidak kembali lagi dalam satu minggu sang buruk rupa akan mati karena rindu.

Sang putri bungsupun menyanggupi syarat yang berikan sang buruk rupa bahwa dia akan kembali lagi satu minggu ke depan.

Sampai dirumah yang selama ini membesarkannya, Bella terlihat lebih menarik lagi dari yang dulu ketika masih ada dirumah.

Dia bercerita panjang lebar tentang kebaikan yang diterimanya selama tinggal ditempat itu, semua kebutuhan hidupnya selalu diperhatikan sang buruk rupa. 

Ketika mendengar cerita adiknya itu kedua kakaknya ini menjadi iri. Dibuatlah rencana agar sang adik tidak kembali lagi ke kastil pada waktu yang telah dijanjikan adiknya itu.

Tepat tujuh hari sang Bella telah berada dirumah bersama keluarganya tercinta. Bella telah bersiap-siap akan berangkat lagi pulang ke kastil sang buruk rupa. 

Tetapi kedua kakaknya memeluk sang adiknya agar sehari lagi tinggal berama mereka dengan alasan mereka masih sangat rindu dengan pertemuan ini. Yang pada akhirnya sang putri bungsupun setuju dengan usul kakak-kakak tersebut tanpa ada rasa curiga degan niat jahat kedua kakaknya itu.

Barulah besok paginya sang putri bungsu berangkat kembali kerumah sang buruk rupa. Sesampainya dirumah sang buruk rupa Bella mencari tuannya di dalam rumah tidak ada, mungkin di taman pikirnya. 

Betapa kagetnya melihat tuannya tergeletak diatas rumput taman mawar dengan kondisi yang sangat lemas sekali. "Aku sangat kecewa dengan janjimu yang tidak tepat," dengan suara yang sangat lemas sang buruk rupa berujar.

"Maafkan hamba, bukan bermaksud tidak menepati janji syarat yang tuan ajukan, tetapi kedua kakak-kakak hamba meminta waktu satu hari lagi, mereka sangat rindu kepada hamba."

"Hamba sangat mencintaimu dengan segenap jiwa raga hamba tuan," tuan harus kuat hamba akan memanggil tabib atau orang pintar untuk mengobati tuan.

Sambil meneteskan air matanya Bella memeluk tuannya yang sangat dia sayangi itu, dan air mata itu menetes di pipi sang buruk rupa yang berada dalam pelukan eratnya.

Satu tetesan air mata cinta sang putri bungsu telah merubah sang buruk rupa menjadi sang pengeran yang tampan, yang selama ini terkena kutukan sang peri yang sangat jahat sekali.

Kutukan telah sirna hilang tak berbekas dan sang pengeran tampan itupun meminang langsung sang putri bungsu untuk dijadikan istrinya.

Akhir cerita dongeng ini sang putri bungsu yang baik hati Bella menjadi istri seorang Pangeran tampan serta hidup bahagia.

Putri Tidur Yang Cantik - Dongeng Dari Jerman

Pada dahulu kala hiduplah seorang Raja dan Ratu yang belum mempunyai seorang anak, hingga hanya kesedihan yang memenuhi kehidupan mereka. 

Bahkan suatu hari, sang Ratu berjalan-jalan yang melewati pinggir sungai. Terlihatlah seekor ikan yang tiba-tiba berbicara kepadanya.

Sang ikan tiba-tiba berbicara, “Tenang saja Ratu, sebentar lagi apa yang Ratu inginkan akan segera terkabul dan Ratu akan cepat mendapatkan seorang Putri."

Putri Tidur Yang Cantik - Dongeng Dari Jerman

Semua yang dikatakan ikan kecil itu memang betul, dan akhirnya sang Ratu mempunyai seorang Putri cantik jelita. Sehingga membuat sang Raja dan Ratu sangat bahagia, kemudian dengan kebahagiaan yang mereka miliki sekarang sangat sempurna dengan adanya seorang anak. 

Mereka pun mengundang semua rakyat, keluarga, teman sampai semua peri kerajaan yang bisa memberikan putri nya menjadi berkah.

Terdapat 13 orang peri yang tinggal di dalam kerajaan, tetapi sang Raja hanya mengundang 12 orang peri saja disebabkan ia hanya mempunyai 12 piring emas. 

Putri kecil itu mendapatkan hadiah dari para tamu yang hadir. Satu persatu peri memberikan hadiah kepada putri kecil itu, antara lain ada yang memberikan kebaikan, kekayaan, kecantikan dan semua hal-hal yang terbaik diberikan oleh peri-peri kepada sang Putri. 

Sampailah di peri yang kesebelas yang memberikan keberkahannya, kemudian datanglah peri yang ketiga belas dengan keadaan yang sangat marah dan membalas sang Raja dengan perkataannya.

“Pada saat usia yang kelima belas, Putri Raja akan mati yang akan disebabkan tertusuknya oleh jarum jahit". Ucap peri ketiga belas.

Kemudian peri yang kedua belas menghampiri untuk memberikan berkatnya dengan berkata.

“Sang Putri tidak akan mengalami kematian, namun dirinya cuma tertidur pulas selama seratus tahun”. Ucap Peri kedua belas.

Sang Raja sangat ingin menyelamatkan putri kesayangannya dari kutukan itu. Sehingga sang Raja memberi perintah kepada semua yang tinggal di dalam kerajaan untuk membuang dan memusnahkan jarum jahit itu dari istana.

Beberapa tahun kemudian, semua berkah dari para peri terwujud. Sang Putri menjadilah seorang wanita yang sangat amat cantik, baik hati, sopan santun, bijaksana dan arif sehingga banyak orang-orang yang sangat menyayanginya. 

Tetapi saat usianya kelima belas, ditinggalkannya sang Putri sendirian di istana oleh Raja. Berjalanlah sendirian mengelilingi dalamnya istana sampai akhirnya sang Putri masuk ke menara tua melalui tangga kecil untuk sampai ke pintu yang sangat kecil yang ada di menara itu. 

Terdapatlah kunci emas yang tergantung pada pintu kecil tersebut, kemudian dibukalah pintu itu dan sang Putri meihat seorang wanita tua yang lagi sibuk menjahit dengan jarum jahit.

Lalu, sang Putri berkata “Apa yang sedang anda kerjakan disini?".

Dijawablah oleh wanita tua itu, “Menjahit dan Menyulam”.

“Wah cantik sekali sulaman yang kau buat". Sang Putri berkata, sambil memegang jarum dan ikut menyulam bersama wanita tua itu. Sang Putri terjatuh ketanah karena tertusuk oleh jarum jahit tanpa disengaja, sehingga seperti orang yang mati.

Peri ketiga belas pernah meramalkan hal itu akan terjadi dimana sang Putri akan terlihat mati namun sesungguhnya dia hanya tertidur. Semua penghuni istanapun ikut tertidur, sehingga api yang sedang menyalapun ikut berhenti. 

Daging panggang yang sedang dimasak ikut, anak kecil yang sedang bermain sampai kegiatan yang tidak baikpun ikut berhenti, terdiam yang semuanya terlihat seperti tertidur.

Sekitar istana tertutup rapat oleh tanaman-tanaman liar. Dan berita sang Putri tertidur tersebar ke seluruh wilayah sekitar, sehingga banyak anak-anak Raja yang ingin mencoba masuk ke istana tersebut. 

Tetapi tak ada satupun yang berhasil memasuki istana tersebut, karena banyak tanaman berduri yang menutupi pagar istana sehingga orang yang ingin masuk terjerat oleh tanaman yang berduri itu.

Sudah beberapa tahun lamanya, banyak orang-orang yang masih menceritakan putri cantik, diceritakannya juga duri-duri yang tebal, istana yang indah dan sampai beberapa pangeran yang tidak bisa memasuki istana tersebut.

Kemudian ada salah seorang pangeran yang mendengar cerita tersebut dan ia ingin sekali memasuki istana itu untuk melihat seorang putri cantik yang sudah tertidur dengan waktu yang sangat lama.

Seratus tahun lamanya sang putri tertidur, dan datanglah seorang pangeran ke istana tersebut. Pangeran itu hanya melihat tanaman-tanaman yang sangat indah dang mudah ia lewati. Setibanya didalam istana, terlihatlah anjing, kuda, lalat, burung merpati dan anak kecil yang lagi bermain sedang tertidur pulas.

Keadaan di dalam istana sangat sepi dan sunyi, yang terdengar hanyalah suara nafasnya pangeran. Kemudian pangeran menuju ke menara tua tersebut lalu dibukanya pintu itu, ditemukannya sang Putri Tidur yang terlihat sangat cantik sehingga pandanganya pangeran hanya tertuju pada kecantikan sang Putri. 

Berjalanlah pangeran untuk mendekati sang putri, kemudian pangeran menciumnya dan seketika itulah sang Putri terbangun. Akhirnya sang Putri terbebas dari kutukan tersebut.

Dalam waktu yang bersamaan sang Putri terbangun semua penghuni istana yang saat itu ikut tertidurpun terbangun dan saling melihat dengan rasa takjub. Terdengarlah suara kuda yang meringkik, anjing menggonggong, burung-burung merpati dan lalat yang terbang, api akhirnya menyala lagi, dan anak-anak yang sedang bermain.

Sang Raja dan Ratu menikahkan Putrinya dengan Pangeran yang telah menyelamatkan Putrinya dari kutukan tersebut. 

Akhirnya merekapun hidup bahagia sepanjang hidupnya.

Putri Hijau Dari Deli Tua - Dongeng dari Indonesia Aceh

Mukhayat Syah adalah seorang Sultan atau Raja dari kesultanan Aceh Darus Sallam. Waktu itu sang Sultan yang sedang santai beristirahat diatas mahligai kebesarannya dikejutkan dengan seberkas cahaya hijau yang muncul dari sebelah timur. 

Maka besok paginya sang Sultan Mukhayat memanggil penasehatnya atau Wazirnya serta bertanya mengenai apa yang dilihatnya kemarin tentang seberkas cayaha Hijau yang memancar dari sebelah timur. Namun sang penasehatpun tidak dapat menjawab dan heran tentang apa yang terjadi disebelah timur itu. 

Putri Hijau Dari Deli Tua - Dongeng dari Indonesia Aceh

Maka untuk itu diutuslah seorang kepercayaan dari Kesultanan yang ahli dalam bidang penyelidikan. Dan tidak lama kemudian sang ahli tersebut telah membawa hasil, asal-muasal cahaya tersebut adalah dari tubuh seorang Putri Hijau. 

Dan menurut utusan kepercayaan Kerajaan itu sang Putri Hijau itu adalah seorang putri dari raja yang bernama Sultan Sulaiman dari kerajaan Deli Tua.

Setelah mendengar laporan tersebut sang Sultan Mukhayat merasa sangat jatuh cinta kepada sang Putri Hijau walaupun beliau belum pernah bertemu sang putri tersebut. Dan hatinya sudah merasa sayang serta ingin melamar sang putri itu.

Maka disiapkanlah segala keperluan untuk pergi melamar sang putri Hijau, dengan diiringi barisan pengawal-pengawal kepercayaan. Berangkatlah sang Sultan Mukhayat ke negeri sang buah hati idamannya "Putri Hijau dari Deli Tua."

Deli Tua diabad lima belas yang lalu adalah sebuah kerajaan dari teluk Aru sampai sungai Rokan.

Pada waktu itu yang menjadi Raja dari kerajaan Deli Tua adalah seorang Sultan yang bernama Sultan Sulaiman. 

Sang Raja Deli Tua ini, mempunyai tiga orang anak yang pertama bernama Mambang Jazid, Yang kedua bernama Putri Hijau dan yang bungsu bernama Mambang Khayali.

Mengapa sang putri cantik anak dari Raja kerajaan Deli Tua ini dinamakan Putri Hijau, karena dari tubuh sang putri ini selalu memancar cahaya hijau. Sampai-sampai sang putri Sultan Sulaiman ini dipuja seluruh rakyat sebagai seorang Putri penjelmaan atau titisan Dewa, karena dipercaya sebagai orang yang sangat sakti. 

Apa lagi kalau sang putri sedang keluar dikala malam hari dan bulan sedang waktu bulan purnama, cahaya hijau itu akan memancar dari seluruh tubuh sedemikian jelasnya. Itulah kelebihan yang diberikan sang Pencipta alam semesta ini kepada umatNya.

Sang Sultan Mukhayat dan rombongan pengawalnya dalam berlayarnya telah sampai di dermaga. Maka diperintahkanlah utusan untuk melamar langsung sang putri Hijau waktu itu. 

Sang Mambang Jazid sebagai anak tertua dari kerajaan Deli tuapun bertemu dengan utusan sang Sultan Mukhayat dan menyampaikan lamaran tersebut kepada adiknya Sang Putri Hijau. 

Tetapi diluar dugaan sang Putri Hijau menolak lamaran tersebut, tentu saja sang Sultan Aceh Darus Sallam ini menjadi murka.

Perang pun tidak dapat dielakkan lagi. Prajurit Aceh banyak yang berguguran dalam peperangan ini. Tetapi karena terdesak pada saat perang itu terjadi sang patih atau perdana mentri Aceh melancarkan gerakan akal bulus atau tipu daya. 

Akal-akalan tersebut diperkirakan akan memenangkan perang kala itu. Akal itu adalah disetiap peluru dimasukkan uang ringgit. Dan peluru uang ringgitan tersebut ditembakankan ke arah kutub-kutub musuh yang berupa rumput bambu berduri yang sangat rapat dan padat sekali dan mengelilingi benteng tersebut. 

Tidak urung semua rakyat akhirnya tertarik dengan ringgit yang bertebaran di bawah benteng bambu berduri itu. Benteng itupun dipotong-potong oleh rakyat yang berlomba untuk mengambil uang tersebut. Dan Deli Tua akhirnya jatuh ditangan prajurit Sultan Mukhayat Syah saat itu. 

Mambang Khayali sang anak tertua dari kerajaan Deli Tua itupun tidak tinggal diam melihat musuh menang diatas angin, Segera beliau menjelma menjadi meriam yang dapat menembaki setiap musuh yang terlihat olehnya. 

Dengan gigih dan hebat sekali semua musuh pada kocar-kacir saat itu, tetapi merasa haus yang sangat amat. Namun adiknya sang putri hijau tidak memberi air untuk diminum sang abang yang sedang menjelma menjadi meriam itu. 

Fatal sekali akibatnya... Sang abang terus menerus menembakkan pelurunya tetapi badannya sangat kehausan, akhirnya meriam itupun patah menjadi dua bagian. Bagian depan atau kepala terpental ke Aceh Darus Sallam sedangkan badan atau belakang meriam masih tetap ada di Deli Tua.

Mempelajari kondisi sekarang ini - juga Firasat sang anak kedua dari raja Deli Tua itu Mambang Jazid - perang akan kalah. "Perang yang sekarang kita hadapi sudah diambang kehancuran. 

Aku hanya berpesan agar kalau nanti kamu ditawan Sultan Aceh, kamu harus dimasukkan dalam sebuah kotak kaca atau keranda kaca." Itulah pesan sang kakak Mambang Jazid. 

Dan persembahan lainnya ialah, setiap rakyat Aceh mempersembahakan satu butir telur dan segenggam beras putih. Semua persembahan itupun harus dikumpulkan ditepi pantai, dan apabila upacara telah berakhir gundukan persembahan itu harus dibuang kelaut semuanya.

Dan pada saat semua persembahan itu dibuang kelaut kamu adikku harus keluar membakar kemenyan serta memanggil namaku.

Itulah amanat pesan yang disampaikan sang kakak tercinta untuk Putri HIjau, dan setelah itupun sang kakak menghilang dari pandangannya.

Singkat cerita sang putri cantik itupun menjadi tawanan Raja Aceh dan di bawa kenegerinya, dengan syarat di ataspun dipintakan sang Putri kepada sang Sultan Mukhayat syah. 

Sang Sultan karena cintanya apapun permintaan sang Putri pasti dikabulkannya. Sang Putri Cantik jelita itupun telah berada di negeri Aceh Darus Sallam.

Berlabuhlah di dermaga Muka Tanjung Jambu Air kapal kerajaan yang membawa Putri Hijau tersebut. Sang Sultanpun memerintahakan seluruh rakyat negeri untuk mmebuat dan melaksanakan upacara persembahan kepada sang Putri Hijau saat itu juga. 

Dan atas perintah sang baginda itupun seluruh rakyat Aceh serentak mematuhi perintah sang Sultan yang berkuasa saat itu Sultan MUkhayat syah.


Berakhirlah upacara itu, sang Putri itupun keluar untuk untuk membakar kemenyan. Sambil menyebut nama sang kakaknya, dalam kepulan asap kemenyan. 

Maka alampun berubah secara mendadak, hujan yang dibarengi angin begitu kencang, menyapu air laut dan terjadilah ombak yang bergulung-gulung, badai besar melanda tempat itu. 

Petir menyambar-nyambar dengan suara gelegarnya yang dahsyat sekali. Namun dari gulungan ombak besar itu muncul seekor Naga rakksasa dan menghampiri kapal sang baginda Raja Aceh. 

Dengan ekor yang sangat besar dihantamkan ketengah-tengah kapal raja, kapalpun hancunr berantakkan dan menjadi terbelah menjadi dua bagian. Tetapi ketika kejadian berlangsung Sang Sultan masih selamat dari mala petaka itu.

Dan sang Putri Hijau melihat kejadian ini segera berlari menuju kotak kaca atau keranda tersebut, sehingga ketika kapal itu karam sang Putri masih dapat terapung-rapung di dalam keranda terseburt. 

Secepat kilat sang Naga itupun menghampiri keranda serta membawa putri itu ke Selat Malaka. Sang Sultan tidak dapat berbuat apa-apa melihat kejadian didepan matanya itu.

Putri Hijau yang telah didapatkan dengan banyak pengorbanan, serta telah ada dihadapan matanya telah lenyap didepan matan sang Raja diambil sang Naga Raksasa. 

Sang Sultan Raja Aceh Darus Sallam hanya terdiam dengan bayangan Sang Putri Hijau seorang Wanita yang sangat Cantik jelita.

Putri Tikus - Dongeng Dari Turki

Pada Zaman Dahulu sebuah cerita keluarga kerajaan dengan tiga orang putra pangerannya yang tampan-tampan. Hari terus berlalu tanpa terasa ketiga pangeran itu pun sudah tumbuh menjadi pemuda-pemuda yang gagah perkasa. 

Raja beserta permaisuri pun mengharapkan ketiga pangerannya meminang seorang putri dan menjadikannya istri.

Selanjutnya raja memanggil ketika putranya dan memberi nasehat-nasehat agar ketiga pangeran tersebut mencari pengalaman. Hidup di luar kerajaan atau berkelana menambah ilmu penggetahuan untuk bekal hidupnya kelak masing-masing. 

Putri Tikus - Dongeng Dari Turki

Selain dari itu maksud sang raja menyuruh ketiga anaknya pergi adalah untuk mencari jodoh dan belajar hidup mandiri.

Suatu hari datanglah pangeran sulung menghadap ayahanda atau sang raja memohon diri untuk pergi berkelana mencari pengalaman hidup. Setelah pamit dan mendapatkan doa restu ayahanda tercinta, berangkatlah pangeran sulung memulai perjalanannya.

Namun di tengah perjalanan pangeran sulung di kejutkan oleh seekor tikus yang berlari-lari serampangan seperti ketakutran dikejar sesuatu. Dan tikus itu datang menghalangi langkah kaki kuda sang pangeran sulung, dengan hati-hati pula sang pangeran mengatur langkah kaki kudanya supaya tidak menginjak tikus tersebut. 

Tetapi tikus itu tidak mau beranjak dari kaki-kaki kuda sang pangeran sulung. Dan berserulah sang pangeran dengan lantang.

"Sang tikus menyingkiran dari depan kaki kudaku!" pinta sang pangeran.

"Jangan sampai kamu terinjak oleh kaki-kaki kudaku!" untuk yang kedua kalinya sang pangeran berseru.

Tetapi tikus itu masih tetap diam tidak jauh dari kaki kuda sang pangeran tersebut. Malahan tikus itu menjawab seruan sang pangeran, "Bawalah daku ke kerajaanmu sang pangeran, jadikanlah daku sebagai kekasihmu." itulah kata-kata yang keluar dari sang tikus itu.

"Apa yang kamu ucapkan tadi sang tikus? Aku mengambilmu dan menjadikan kamu sebagai kekasihku? ini tidak masuk akal.!" Pangeran sulung pun terus beranjak pergi dari tempat.

Berselang beberapa waktu berlalu, setelah berkelana ke berbagai kerajaan-kerajaan tetangga akhirnya pangeran sulung bertemu jodohnya. Mempersunting putri cantik dari kerajaan yang sang pageran lewati. 

Rajapun segera mendengar kabar gembira tersebut. Giliran pangeran ke dua pergi berkelana ke manca kerajaan lain, untuk mencari jodoh dan pengalaman hidup. Di iringi doa raja dan permaisuri atau ayahnda dan ibunda tercinta berangkatlah sang pangeran kedua berkelana.

Sang pangeran ke dua pun mengalami kejadian yang pernah di alami kakanda tercinta sang pangeran sulung. Berjumpa dengan seekor tikus yang memaksanya untuk dijadikan kekasihnya. 

Namun seperti yang dilakukan pangeran sulung, dia dengam acuhnya pergi meninggalkan tikus tersebut dengan cepat. Bertemulah sang pageran ke dua dengan jodohnya dari kerajaan yang dia singgahi saat perjalanan berkelananya.

Tibalah giliran pangeran bungsu mohon izin kedua orang tuanya, untuk pergi berkelana mencari jodoh seorang putri yang cantik rupawan, sebagai menantu sang paduka raja dan permaisuri. 

Pangeran bungsu pun mengalami kejadian yang pernah dialami kedua kakanda tercintanya, menjumpai seekor tikus yang memohonnya menjadikan kekasihnya. 

Dan setelah mendengar semua penuturan dari sang tikus itu yang begitu sedih memintanya untuk menjadi kekasih pujaan. Pangeran sangat iba serta bersedia menjadi kekasih sang tikus tersebut.

Sang tikus itupun mengundang sang pangeran tampan ini untuk singgah di tempat tinggalnya, sang tikus berjalan duluan sebagai petunjuk jalan bagi sang pangeran. Sang pangeran bungsu berjalan di belakang sang tikus menuju kediaman sang tikus tersebut.

Sampailah sang tikus dan pangeran bungsu di sebuah tempat yang ada batu besarnya.

"Inilah tempat tinggalku selama ini. Silahkan pangeran menunggu disini," saya mau mengambil sesuatu yang akan saya berikan kepadamu sang pangeran. Tikus itu pun masuk kedalam lubang di samping batu besar.

Lama juga sang pangeran menunggu keluarnya sang tikus, akhirnya dia pun turun mengitip lubang liang tikus tersebut. Terkejutlah dia karena dari lubang tersebut keluar sinar cahaya pancaran. 

Ternyata cahaya tersebut berasal dari sebuah cincin yang begitu indah. Sang tikus keluar dari lubang tersebut membawa cincin itu dan menyerahkannya kepada sang pangeran tampan tersebut. 

"Begitu indah, unik, dan bermatakan berlian yang berkilauan, baru kali ini aku melihat cincin yang seperti ini." Pikir sang pangeran bungsu dalam hatinya.

Segeralah sang pangeran bungsu pulang ke negeri kerajaan istana tempat dia di besarkan salama ini. 

Diperlihatkanlah cincin pemberian sang tikus tersebut kepada ayahanda sebagai bukti bahwa dia telah mempunyai pujaan hati. Tetapi sang pangeran masih merahasiahkan putri yang menjadi sambatan hatinya itu.

Semua orang di istana pun sangat menganggumi kemewahan dan keindahan cincin yang dipakai sang pangeran bungsu tersebut.

Setelah mendengar kabar ke tiga putra kesayangan masing-masing telah mempunyai kekasih atau tunangan. Raja pun menyuruh ke tiga pangeran itu menemuinya.

Semua berkumpul menemui panggilan ayahanda tercinta. "Pangeran-pangeran anakku tercinta sekalian, aku ingin menguji calon mantu-mantuku membuatkan aku roti dan aku ingin memakannya." Titah sang baginda raja kepada ke tiga putra pangerannya itu.

Demikianlah maksud sang raja memanggil ke tiga putranya itu berkumpul.

Dalam masalah ini pangeran bungsulah yang dibuat kelabakan. Mampukah sang tikus kekasihnya itu membikinkan roti untuk ayahandanya. Tetapi dia pun pergi juga menemui sang tikus kekasihnya, dan berceritalah tentang apa permintaan sang raja.

Tetapi diluar dugaan sang pangeran bungsu, sang tikus itu bernjanji sanggup membuatkan roti buat sang raja.

"Kalau hanya ingin dibuatkan roti saja, pangeran tidak usah takut, besok pagi akan saya sediakan roti tersebut, dan akan saya buatkan roti yang paling enak." Jawab sang tikus tersebut.

Dalam perjalanan pulang ke istana hati sang pangeran bungsu, mengharapkan kesanggupan sang tikus untuk membuat roti itu, menjadi kenyataan. Besoknya pagi-pagi sekali sang pangeran bungsu telah ke tempat tinggal sang tikus tersebut. 

Benar adanya sang tikus itu telah ada di pintu lubang batu tempat tinggalnya menunggu kedatangan sang pangeran. Roti pesanannya pun telah tersedia dan terbungkus rapih seperti kado layaknya. Segeralah sang pangeran membawa roti buatan kekasihnya sang tikus, pulang balik lagi ke istana kerajaan.

Satu persatu roti tersebut di makan sang raja, pangeran pertama membawa roti dengan rasa yang enak tetapi raja sudah biasa memakan roti dengan rasa demikian. 

Pangeran kedua pun, roti yang dibawanya cukup enak tetapi tidak istimewa biasa-biasa saja, yang rajapun sering memakannya pula. Terakhir raja mencicipi roti buatan sang tikus kekasihnya sang pangeran bungsu, raja merasakan rasa yang begitu enak lain dari pada yang dirasakan dari ke dua abangnya. 

Roti yang paling istimewa rasanya adalah roti buatan sang tikus yang di bawa pangeran bungsu.

"Aku sudah memakan roti buatan calon-calon mantuku. Semuanya enak-enak tetapi yang paling enak dan istimewa adalah roti yang di bawa adikmu yang bungsu." Makanannya sudah di buatkan, sekarang aku meminta minumannya," raja bertutur kembali untuk permintaan selanjutnya.

Serentak ke tiga pangeran itu beranjak pergi untuk menemui kekasihnya masing-masing, untuk meminta dibuatkan minuman istimewa buat ayahanda tercinta sang raja. 

Pangeran bungsu pun di janjikan oleh sang kekasihnya besok harinya untuk datang lagi mengambil minuman yang akan dibuatkan sang tikus. Kedatangan sang pangeran bungsu itu telah di tunggu sang tikus di depan lubang batu tempat tinggalnya. 

Sebuah botol kendi emas bertatahkan batu permata telah siap di samping tikus kekasihnya itu. Sang pangeran membuka tutup botol kendi emas itu untuk memastikan minuman yang di pesan itu benar adanya. Terciumlah bau harum yang semerbak segarnya dari dalam botol kendi minuman tersebut.

Berkumpumlah kembali ketiga kakak beradik itu masing-masing membawakan sebotol minuman buatan tunangannya. Dan raja pun meminum satu persatu dari ke tiga botol kendi minuman itu. 

Begitu nikmat sekali minuman dari botol kendi emas bertahtahkan batu permata milik sang pangeran bungsu ini. Begitulah yang terjadi saat itu di istana kerajaan tersebut.

Dan raja meminta ke tiga calon mantu itu menghadap untuk mengenal dan melihat kecantikannya." Bawalah calon mantu-mantuku ke istana ini, sekalian aku ingin berkenalan dengan mereka semua!" Seru sang raja kepada ke tiga anaknya itu.

Pangeran bungsu pun pergi dengan menaiki seorang kuda, namun dalam perjalanan kali ini dia diliputi ke bimbangan yang tiada tara, mana mungkin dia datang ke istana membawa seekor tikus.

Sesampainya di tempat sang tikus, pangeran bungsu berkata kepada tikus itu. " Bagaimana mungkin aku membawamu ke istanaku sekarang ini." Berkata sang pangeran bungsu kepada sang tikus itu.

"Tidak usah takut kekasihku. Semuanya sudah ada yang mengatur, tetapi pangeran harus bersedia menyiapkan kulit ekor ayam kampung, beberapa ekor kumbang kalau bisa jumlahnya enam saja serta lalat dua ekor." Si tikus itu menjawab keresahan hati sang pangeran kekasihnya itu.

"Sang pangeran harus bisa mengikat ke enam ekor kumbang itu pada telur ayam kampung terzsebut, selanjutnya pasangkan ke dua ekor lalat, terseburt satu di depannya dan yang satunya lagi di belakangnya. Sementara aku sendiri akan berada paling belakang sekali." 

Dan sesampainya di istana nanti pangeran harus bertindak sama seperti kakak-kakak pangeran terhadap kekasihnya masing-masing." Demikian pula tutur kata atau perlakuannya terhadap kekasih-kekasihnya juga, pangeran harus menirukan semuanya." 

Demikian sang tikus menuturkan apa yang harus di lakukan pangeran bungsu sesampainya di istana.

Pangeran pun menyanggupi permintaan dari sang tikus, walaupun dalam hatinya masih ada keraguan yang menganggu pikirannya.

Setelah semua permintaan sang tikus tersedia, berangkatlah mereka berdua menuju istana. Sang tikus duduk di atas kulit telur ayam. 

Kejadian selanjutnya pangeran bungsu melihat sang kakak yang lagi menciumi kekasihnya. Dan pangeran bungsu pun menuruti kelakuan kakak-kakaknya menciumi sang tikus kekasihnya itu.

Berubahlah semuanya pandangan terhadap sang tikus. Dia menjelma menjadi seorang putri nan cantik jelita. Serta kendaraan yang di naiki tadi menjadi kereta kuda yang cantik bersertakan pengawalan abdi yang setia. 

Semua yang berada di istana pun di buat kagum oleh kecantikan putri tikus ini. Setelah selesai berkenalan dengan sang raja mereka pun semua kembali mengantarkan pulang calon istri mereka.

Batu besar itu telah berubah menjadi istana yang megah, ternyata selama ini sang putri tikus telah terkena sebuah kutukan.

Sepasang kekasih ini akhirnya melangsungkan pernikahan, Sang putri Tikus dan Sang Pangeran Bungsu hidup bahagia, selalu.

Pangeran Hasan dan Putri Cantik - Dongeng Yordania

Tersebutlah seorang raja yang sudah lanjut usia dan dirinya sudah merasa cukup hidup di dunia ini. Raja ini arif bijaksana dan selalu sayang kepada seluruh rakyatnya. 

Merasa dirinya sudah tua dan harus ada yang meneruskan tahta kepemimpinannya, yaitu anaknya seorang putra Mahkota Pangeran Hasan. Untuk itu dipanggillah sang pangeran menghadap ke istana kerajaan.

Sampailah pangeran Hasan sang Putra mahkota dihadapan sang baginda raja, ayahandanya tercinta.

Pangeran Hasan dan Putri Cantik - Dongeng Yordania

"Wahai putraku pangeran Hasan, pergilah dan bawakan aku seorang putri yang berbudi luhur yang akan mendampingi hidupmu kelak menjadi permaisurimu. Sebab umurku yang sudah tua dan tidak akan lama lagi meninggal. 

Otomatis seluruh kerajaan akan turun kepadamu sebagai pewaris seluruh tahta kerajaan ini. Dan tentu saja aku yang sudah tua ini ingin memeluk cucu-cucuku yang lucu-lucu, sebagai generasi penerus keturunan dinastiku." Sang raja panjang lebar memberikan perintah dan nasehat kepada pangeran Hasan.

Dengan berat hati sang pangeran memohon doa restu kedapa kedua orang tuanya itu, sebelum berangkat berkelana ke manca negera untuk mencari sambatan hati seorang putri yang soleh dan baik budi pekertinya. 

Berat rasanya meninggalkan negeri tercinta ini, yang telah membesarkannya selama ini. Namun Hasan adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, harus taat kepada permintaan dan perintah ayahnya.

Berangkatlah sang pangeran diiringi doa restu kedua orang tuanya. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dalam pengembaraan itu sampailah sang putra mahkota di suatu kerajaan. 

Negeri yang mempunyai taman yang sangat indah dan luas, dan sebuah istana yang terletak di tengah-tangah taman bunga yang indah. Berhentilah sang putra mahkota di negeri itu, serta menyuruh para pengawalnya untuk bersiap-siap menghadap raja negeri tersebut. 

Setelah dipersilahkan masuk ke istana kerajaan tersebut dan memperkenalkan diri, mereka menjelaskan maksud perjalanannya selama ini.

Sang raja negeri itupun sangat simpati kepada pangeran Hasan yang sopan dalam tutur kata dan tidak sombong seperti kebanyakkan seorang putra mahkota dari negeri lainnya. 

Kebetulan sang raja, mempunyai empat orang putri yang cantik-cantik. Maka rajapun memerintahakan kepada putri-putrinya untuk berhias diri supaya tampil cantik dan lebih menarik. 

Walaupun begitu sang raja juga menyuruh seluruh putrinya untuk berdandan dengan memakai pakaian yang sopan. Empat putri telah datang dihadapan sang raja, semuanya berpenampilan sempurna dan cantik-cantik.

"Kini telah hadir didepanmu, putri-putriku, manakah yang akan kamu ambil dan dijadikan istrimu?" Bertanya sang baginda raja itu kepada sang putra mahkota pangeran Hasan.

Terkesimak, bingung, terpesona melihat kecantikan yang begitu memancar dari keempat putri yang cantik-cantik itu. 

"Bagaimana aku bisa memilih satu dari keempat putri ini yang tidak ada cela sama sekali semuanya, mereka bisa merawat diri dengan baik. Belum pernah aku melihat perempuan dengan kecantikan yang begitu memukau ini. Cantik alami yang mempesona setiap mata lelaki yang memandangnya."

Tangan putri yang sulung terlihat sangat elok yang selalu dilindungi dari sengatan matahari sehingga tangan tersebut sehalus gading gajah. Sang putri cantik yang kedua menghiasi seluruh jemari kuku-kukunya yang lentik dengan memberi warna-warna yang indah untuk dilihat. 

Putri cantik yang ketiga selalu rajin mencuci tangan dan merendamnya dengan air dari bunga-bunga yang wangi. Dan yang terakhir sang putri bungsu dia hanya merawatnya saja, tidak pernah memakai apa-apa tetapi paling rajin dalam membersihkan, sehingga sangat kelihatan kerapihannya.

Tak ada yang tercela dari semua putri yang cantik jelita elok mempesona, keraguan menghinggapi pikiran sang putra mahkota hari itu.

"Siapakah yang akan menjadi istriku" membatin hati sang pangeran saat itu. Kemudian beliau pun pamit kepada sang raja meminta waktu untuk berpikir dengan tenang dan jernih. 

Sebab menurut hemat sang pangeran memilih istri bukan hal yang mudah, ini harus di pikirkan masak-masak, istri adalah pendamping seumur hidup. Dan sang pangeranpun tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya, meraka layak mendapat seorang mantu yang berbudi luhur, yang akan menjadi permaisuriku nanti.

Malam telah berganti pagi yang cerah, fajarpun menyingsing dengan memancarkan cahaya merah menyala. Pangeran Hasan telah melapisi pakaian kebesaran kerajaannya dengan kostum pakaian yang tambal-tambalan disana-sini, memakaikan kumis dan jenggot palsu, jadilah seorang pengemis peminta-minta yang kumal. 

Hanya di kawal dari kejauhan oleh para pengawal, sang pangeran mendatangi kerajaan tersebut. Sampailah ditaman dimana keempat putri raja yang cantik-cantik itu sedang bersenda gurau dengan riang gembira.

Sang pengemis itupun datang meminta sedekah dari tembok taman kerajaan itu, diulurkannya tangan yang sengaja dikotor-kotori kedalam tembok taman istana tersebut.

Dan apa yang terjadi putri-putri cantik itu kaget dibuatnya, putri sulung segera memanggil pengawal untuk mengusir sang pengemis dari temapat itu diikuti putri kedua dan ketiga. 

Ketiga putri itu serentak memanggil pengawal istana untuk mengusir orang yang minta-minta itu dengan jijik sekali melihatnya. Tetapi apa yang dilakukan sang putri bungsu ini diluar dugaan ketiga kakak-kakaknya itu. Si putri bungsu malah memberikan pengemis itu uang emas logam yang tentu saja waktu itu sangat mahal harga. 

Dan uang tersebut langsung diberikan dari tangan sang putri bungsu dengan tidak ada rasa jijik sama sekali. Serta berkata sang putri bungsu, "Dengan uang ini bapak bisa membeli pakaian yang layak dan makanan yang cukup."

Akhirnya pengemis itupun tersenyum sambil mencopot kumis palsu, janggut palsu serta baju rombengnya, nampaklah siapa dibalik baju rombeng itu sebenarnya.

Dengan baju kebesarannya sang putra mahkota berdiri di hadapan keempat putri-putri nan cantik jelita itu. Dan dengan lantang sang pangeran Hasan berkata, "Bukan seputih gading, dan bukan jari-jemari bak duri landak yang harum semerbak mewangi bau tangannya, tetapi tangan yang bersih, yang sudi menngulurkan tangan buat orang lain yang membutuhkan pertolongan".

Jatuhlah pilihan yang tidak akan salah lagi, sang putri bungsu akhirnya dibawa ke istana dan diperkenalkan kepada kedua orang tuanya. Sang raja pun menyambut kedatangan sang putri bungsu dengan sangat senang hati. 

Setelah dinobatkan menjadi raja, sang putri bungsu pun menjadi permaisuri pendamping hidup sang raja Hasan yang terkenal dengan kebaikannya dan bijaksana terhadap seluruh rakyat. 

Itulah takdir sang putri bungsu yang berhati mulia.

Tuan Bluebeard - Dongeng dari Prancis

Tersebutlah seorang aristokrat atau seorang bangsawan yang sangat kaya raya, dia telah menikah beberapa kali dengan wanita-wanita cantik pilihan hatinya yang pernah menjadi istrinya dan memilikinya. 

Namun dari semua istri-istrinya selalu menghilang secara misterius tidak tentu arah rimbanya hilang tak berbekas. Dialah seorang bangsawan yang hartanya sangat melimpah bernama Tuan Bluebeard. Suatu saat setelah untuk ke sekian kalinya, dia berusaha mencari lagi wanita untuk calon istrinya.

Tuan Bluebeard - Dongeng dari Prancis

Ketika suatu hari tuan Bluebeard mengunjungi tetangganya dan meminta untuk menikah dengan salah satu dari anak-anaknya, gadis-gadis banyak yang ketakutan kepada sang bangsawan ini. 

Setelah selesai perjamuan makan yang mewah nan indah, dia membujuk putri bungsu untuk menikah dengannya, walaupun dia enggan melakukannya, namun secara terpaksa dia menikah juga, tetapi dia mengajukkan permintaan untuk tinggal bersama kakaknya yang bernama Anne di rumah mewahnya sang bangsawan dengan harta bendanya yang begitu banyak. 

Tentu saja tuan Bluebeard sangat setuju sekali, dan akhirnya mereka pun menikah dan resmi menjadi pasangan suami istri.

Sang bangsawan Tuan Bluebeard memberitahukan bahwa dirinya akan berangkat pergi meninggalkan negara ini lalu dia memberikan semua kunci-kunci rumah mewah zaman dahulu yang beraksitektur sangat tinggi atau sangat indah sekali, kepada sang istri yang baru, yang sangat dia cintai. 

Sepeninggalnya sang suami pergi, dia dan kakaknya Anne membuka pintu apapun di rumah mewah milik sang suaminya. Masing-masing ruang berisi kekayaannya yang sangat melimpah ruah, kecuali untuk sebuah ruangan yang sang suami melarangnya untuk dimasuki.

Dia kemudian pergi dan meninggalkan rumah dengan kunci-kunci di tangannya. Segera, dia melihat apa yang menjadi keinginan dan rasa penasarannya untuk melihat ada apa sebenarnya yang terdapat di ruangan terlarang tersebut. 

Dengan kunci yang dipegangnya dia nekad memasuki ruangan tersebut, dan meski sudah ada peringatan dari salah satu saudara perempuannya, dia berusaha masuk terus sampai dalam ruangan.

Dia segera menemukan ruangan penuh dengan darah dan mayat istri-istrinya yang hilang terdahulu. Dengan rasa ngeri, dia menjatuhkan kunci-kunci dan melarikan diri dari ruangan tersebut. 

Dia mengungkapkan rahasia suaminya kepada sang kakaknya Anne, dan mereka berdua berencana untuk segera melarikan diri pada keesokan harinya. Tetapi Tuan Bluebeard tiba-tiba sudah datang kembali dan menemukan kunci-kunci yang tergeletak di kamar berdarah. 

Dalam kemarahan membabi-buta, dia mengancam untuk membunuh istrinya di tempat tersebut, tetapi dia meminta untuk "satu doa terakhir dalam hidupnya," sang istri dan kakaknya Anne memohon.

Pada saat-saat terakhir, Tuan Bluebeard mau memberikan pukulan yang sangat fatal untuk membunuhnya, saudara-saudara dari istri dan kakaknya Anne serta adik-adiknya Anne tiba dan mereka secara beramai-ramai membunuh Tuan Bluebeard. 

Sang istri mewarisi semua kekayaannya dan istananya, dan sang istri segera menguburkan sang suami yang hobby membunuh istri-istrinya. 

Dia menggunakan seluruh kekayaannya untuk membiayai seluruh saudara-saudaranya yang lain, dan akhirnya dia sendiri menikah lagi, dirinya atau sang istri yang selamat dari bahaya pembunuhan sang suami, kini hidup bahagia dan melupakan pengalaman mengerikan ketika dia menjadi istri sang aristokrat atau bangsawan Bluebeard.