ASAL USUL DESA KEMBANGAN, Bukateja, Purbalingga

sd negeri 2 kembangan

Sejarah Desa Kembangan adalah salah satu Desa di wilyah paling selatan Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, yang bersebelahan dengan desa wirasaba, adalah desa kembangan sebuah nama yang diambilkan dari nama tanaman yaitu Kembang yang secara etimologi artinya bunga, bunga yang selalu identik dengan keharuman, sesepuh desa kembangan banyak yang disegani dan menjadi tokoh, bagus tokoh agama maupun tokoh masyarakat sesampai namanya harum sampai desa tetangga. 

Desa kembangan terbagi dari berbagai wilayah yaitu, kuncen, kembangan dan lawigede. Ini merupakan satu kesatuan asal usul desa Kembangan yang enggak terlepas dari luasan wilayah mencapai + 430,70 H.

Konon Desa Kembangan sejak dahulu merupakan desa yang apabila ditinggal jauh selalu “ngangeni” akan tetapi apabila ditunggui kadang enggak akan membawa perkembangan yang berarti apabila enggak dibarengi dengan usaha yang sungguh-sungguh.

Sebelah timur Kembangan terdapat nama kampung yang namanya Lawigede, konon ceritanya pada suatu ketika ada beberapa musafir yang hendak behengkangan dan musafir tersebut melihat ada sebuah pohon Klewih yang aneh yang berada dipinggir aliran utara sungai serayu tepatnya di ceger, yang ukurannya sangat besar, sesampai bedogolnya saja apabila di potong dapat buat menggelar tahlilan sebanyak 8 orang, sesampai kampung/grumbul itu dinamakan Grumbul Lawigede sampai saat ini yang merupakan satu kesatuan wilayah desa Kembangan.

Menurut cerita para sesepuh bahwa Pada saat itu yang jadi Bupati Wirasaba adalah Paguwon (wiro Utomo I) atau yang terkenal dengan mbah Pacul Gowang, yang meninggal dan dimakamkan di Desa Kembangan Kemudian Raden Ketuhu diangkat jadi putra angkat oleh adipati Paguwon Wiro Utomo II, alias adipati Urang dan pada saat itu tahun + 1400 M Kadipaten Wirasaba masih di bawah naungan kekuasan Kerajaan Majapahit termasuk Desa Kembangan. 

Adipati Wira Utama III alias Adipati Urang berputra Adipati Surawin yang menggantikan kedudukan Ayahnya. Adipati Surawin digantikan oleh putranya yang benama Adipati Suro Utama alias Joko Tambangan.

Pada waktu itu kadipaten Wirasaba di bawah kekuasaan Kerajaan Demak, karena Kerajaan Majapahit runtuh yang ditandai dengan Candrasengkala Sirna Ilang Kertaning Bumi.
Hanya Manusia Biasa yang ingin berbagi ilmu. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Post a Comment